burung

Cursor

Sabtu, 28 Januari 2012

Pantai Plengkung

Pantai Plengkung adalah salah satu pantai yang indah di Kabupaten Banyuwangi. Pantai yang biasa disebut dengan G-Land ini lebih tepatnya terletak di dalam Taman Nasional Alas Purwo di teluk Grajagan yang sesuai dengan singkatan dari G-Land (G = Grajakan), yang berkecamatan di Tegaldlimo. Pantai plengkung ini berjarak kira-kira 87km dari kota Banyuwangi. Pantai ini merupakan tempat favorit bagi para peselancar lokal maupun manca negara. Selain pemandangannya yang masih alami dan indah dipandang mata pantai Plengkung ini juga mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang suka berpetualang dan para peselancar.

Sudah lama Pantai Plengkung yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) menjadi tujuan para wisatawan berminat khusus. Pantai ini apabila dilihat dari citra satelit bentuknya melengkung membentuk huruf G terbalik. Posisi itulah yang membuat ombak setinggi 4-5 meter bisa terbentuk. Para peselancar bisa merasakan sensasi dorongan ombak yang panjang dan susul-menyusul. Dasar pantai G-land, menurut Suharto, Kepala Resor Rawabendo, TNAP, berbentuk landai. Palung hanya ditemukan di sisi barat, yang pernah menjadi lokasi pendaratan kapal. Posisi ini membuat G-land nyaman sebagai tempat surfing. Namun, di balik keelokannya tentu perlu kehati-hatian tersendiri. Pasalnya, karang yang berada di dalam laut bisa melukai peselancar di dalam air.


Setiap tahun tidak kurang dari 400-600 wisatawan asing yang datang untuk berselancar di pantai berpasir putih ini. Di tempat ini mereka bisa menginap selama sepekan, bahkan berbulan-bulan di resor-resor dalam hutan.

Perjalanan selama 2 - 3 jam dari kota Banyuwangi hanya sampai pada gerbang pertama TNAP. Sepanjang perjalanan dari gerbang pertama ke pos Rawabendo, di kanan dan kiri jalan hanya tampak hutan jati dan jalanannya juga banyak batu-batu besar (jalan makadam). Tapi begitu sampai di pos selanjutnya, yakni Pancur, vegetasi hutan tropis pun sudah mulai memberi warna perjalanan ke Pantai Plengkung. Di sini berjejer tumbuhan endemik Alas Purwo, misalnya sawo kecik dan bambu manggong.

Untuk melintsi hutan tersebut, para wisatawan harus memakai mobil double gardan atau 4wd milik TNAP. Mobil ini siap untuk mengantar para wisatawan melalui jalur yang tidak beraspal, berbatu dan juga berlumpur dari pos Pancur sampai ke pintu masuk Pantai Plengkung. Biaya yang dikenakan sekitar Rp. 130.000,00 per mobil untuk pergi-pulang. Suasana hutan yang dihiasi dengan keanekaragaman tumbuhan dan juga kicauan burung akan menemani perjalanan anda selama 15km. Dan jika beruntung ada akan bertemu dengan babi hutan yang senga mencari makan di pinggir jalan dan juga biawak yang besar seperti komodo sedang berjemur di dekat sungai.

Sampai  di gerbang Pantai Plengkung perjalanan dilanjutkan denga berjalan kaki hanya 200m menuju pantai. Di tempat pemberentian itu juga para wisatawan akan disambut dengan papan kayu penunjuk lokasi resor.

Di tempat inilah Anda bisa mengenyam sensasi lain, yakni, kicauan burung, perilaku hewan, dan gemerisik gesekan dedaunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar